Etika Informasi Qur’ani dan Internalisasi Kesadaran Moral Digital
DOI:
https://doi.org/10.64341/jiqsi.v4i1.89Keywords:
Etika Informasi, Literasi Digital, QS. al-Ḥujurāt [49]: 6, TabayyunAbstract
Era transformasi digital telah mendorong percepatan arus informasi yang tidak selalu diiringi dengan proses verifikasi yang memadai, sehingga memicu maraknya hoaks dan disinformasi yang berdampak pada stabilitas sosial, politik dan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis QS. al-Ḥujurāt [49]: 6 sebagai sumber etika informasi Qur’ani dalam merespons hoaks di era transformasi digital, serta menjelaskan relevansi prinsip tabayyun terhadap literasi digital dan internalisasinya dalam pembentukan kesadaran moral bermedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research) melalui pendekatan normatif-teksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip tabayyun dalam QS. al-Ḥujurāt [49]: 6 mengandung empat dimensi utama etika informasi, yaitu dimensi epistemologis, etis, sosial dan kemanusiaan, yang relevan dalam menghadapi tantangan disinformasi digital. Lebih lanjut, penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital perlu dilengkapi dengan internalisasi etika informasi Qur’ani agar terbentuk sikap bermedia yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kemaslahatan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan etika informasi Qur’ani sebagai landasan normatif pembentukan kesadaran moral digital, yang melampaui pendekatan literasi digital teknis dan kognitif semata.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2026 Rezwandi Rezwandi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





