Pola Penggunaan Kata Kerja dalam Al-Qur'an Sebuah Keajaiban Linguistik

Authors

  • Wahib Syaroni690 Universitas Sains Al Qur'an Author

DOI:

https://doi.org/10.64341/jiqsi.v3i2.46

Keywords:

al-Qur'an, Kata kerja, Fi'il, Pola Lingustik

Abstract

Artikel ini mengkaji keunikan dan keajaiban linguistik Al-Qur'an melalui analisis pola penggunaan kata kerja (fi'il). Kajian ini menunjukkan bahwa pilihan setiap kata kerja, termasuk bentuk waktu (kala), bentuk kata (wazan), dan suara (aktif-pasif), bukanlah acak melainkan dipilih dengan presisi ilahiah untuk tujuan retoris (balaghah) yang mendalam. Analisis difokuskan pada tiga pola utama: (1) penggunaan bentuk lampau (madhi) untuk menggambarkan peristiwa masa depan demi menekankan kepastiannya; (2) perbedaan makna yang timbul dari perubahan wazan, seperti pada kata anzala (menurunkan sekaligus) dan nazzala (menurunkan secara berangsur-angsur); dan (3) fungsi strategis kalimat pasif (majhul) untuk menonjolkan perbuatan atau mengagungkan pelaku yang sudah jelas. Pola-pola ini secara kolektif menjadi bukti bahwa bahasa Al-Qur'an merupakan mukjizat linguistik (I'jaz Lughawi) yang kaya makna dan mengundang pembaca untuk melakukan refleksi yang lebih mendalam (tadabbur).

Published

2025-12-31

How to Cite

Syaroni690, Wahib. 2025. “Pola Penggunaan Kata Kerja Dalam Al-Qur’an Sebuah Keajaiban Linguistik”. JIQSI : Jurnal Ilmu Al Qur’an Dan Studi Islam 3 (2). https://doi.org/10.64341/jiqsi.v3i2.46.