Pola Penggunaan Kata Kerja dalam Al-Qur'an Sebuah Keajaiban Linguistik
DOI:
https://doi.org/10.64341/jiqsi.v3i2.46Kata Kunci:
al-Qur'an, Kata kerja, Fi'il, Pola LingustikAbstrak
Artikel ini mengkaji keunikan dan keajaiban linguistik Al-Qur'an melalui analisis pola penggunaan kata kerja (fi'il). Kajian ini menunjukkan bahwa pilihan setiap kata kerja, termasuk bentuk waktu (kala), bentuk kata (wazan), dan suara (aktif-pasif), bukanlah acak melainkan dipilih dengan presisi ilahiah untuk tujuan retoris (balaghah) yang mendalam. Analisis difokuskan pada tiga pola utama: (1) penggunaan bentuk lampau (madhi) untuk menggambarkan peristiwa masa depan demi menekankan kepastiannya; (2) perbedaan makna yang timbul dari perubahan wazan, seperti pada kata anzala (menurunkan sekaligus) dan nazzala (menurunkan secara berangsur-angsur); dan (3) fungsi strategis kalimat pasif (majhul) untuk menonjolkan perbuatan atau mengagungkan pelaku yang sudah jelas. Pola-pola ini secara kolektif menjadi bukti bahwa bahasa Al-Qur'an merupakan mukjizat linguistik (I'jaz Lughawi) yang kaya makna dan mengundang pembaca untuk melakukan refleksi yang lebih mendalam (tadabbur).
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Wahib Syaroni690 (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





