HALUSINASI DAN BIAS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENAFSIRAN QS. AL-BAQARAH [2]: 228 PADA CHAT-GPT, MICROSOFT COPILOT, DAN PERPLEXITY
DOI:
https://doi.org/10.64341/jiqsi.v3i2.47Kata Kunci:
Artificial Intelligence, Bias, Halusinasi, Tafsir Al-Qur’anAbstrak
Penelitian ini menganalisis fenomena halusinasi dan bias dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk penafsiran Al-Qur’an, dengan fokus pada QS. Al-Baqarah ayat 228. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan analisis terhadap tiga model AI, yaitu Chat-GPT, Microsoft Copilot, dan Perplexity. Analisis dilakukan dengan memberikan pertanyaan (prompt) terhadap ayat yang menjadi sampel dalam penelitian untuk menilai halusinasi dan bias yang dihasilkan oleh masing-masing model AI. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga model AI menunjukkan kecenderungan bias dalam bentuk bias data dan bias algoritma. Selain itu, ditemukan pula potensi halusinasi AI dalam penafsiran ayat yang muncul melalui ketidaktepatan referensi, atribusi sumber yang keliru, serta generalisasi tanpa dasar valid. Meskipun teknologi AI menawarkan kemudahan akses dan kecepatan, keterbatasannya dalam memahami konteks dan sumber otoritatif menimbulkan risiko distorsi makna. Oleh karena itu, penggunaan AI dalam studi Al-Qur’an perlu didampingi validasi dari para ahli dan integrasi dengan tafsir tradisional yang otoritatif.
Diterbitkan
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Alifia Rizqa Unzila, Muhammad Taufiq (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





